Detail Berita

Empat Program Strategis Disdik Semarang Tangani ATS dan ABPS Secara Terintegrasi

Dinas Pendidikan Kota Semarang terus menunjukkan komitmen kuat dalam menangani permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS). Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan empat program strategis yang terintegrasi dan telah membawa dampak nyata bagi akses pendidikan di masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menghadirkan pendidikan bermutu, merata, dan inklusif bagi seluruh anak di Kota Semarang tanpa terkecuali.

Empat program tersebut meliputi Bambu Apus (Bergerak Bersama Bantu Anak Putus Sekolah), Gerbang Harapan (Gerakan Bersama Orang Tua Asuh Dalam Meraih Masa Depan), Program Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Sekolah Swasta Gratis. Melalui program Bambu Apus, Disdik Semarang aktif mencari, mendata, dan mengembalikan anak-anak yang berhenti sekolah ke bangku pendidikan. Program Gerbang Harapan hadir sebagai bentuk kolaborasi masyarakat dengan menjadi orang tua asuh yang memberikan dukungan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan. Sementara itu, BSM menyasar siswa dari keluarga tidak mampu melalui bantuan biaya pendidikan, dan Sekolah Swasta Gratis membuka akses bersekolah tanpa biaya bagi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri.

Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua, program-program ini menjadi gerakan bersama untuk menemukan yang hilang, mengembalikan harapan, dan memastikan setiap anak memperoleh haknya dalam pendidikan. Praktik baik ini sekaligus mencerminkan semangat Kota Semarang menuju kota yang ramah anak, inklusif, dan peduli terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Dinas Pendidikan berharap, semangat kolaboratif ini terus berlanjut demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.